
Keluarga mantan Presiden Soeharto memberikan bantuan uang tunai senilai Rp1 miliar kepada para korban bencana gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Bantuan diserahkan Siti Hediati Hariyadi (Titik) dan diterima Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta,
Keluarga mantan Presiden Soeharto memberikan bantuan uang tunai senilai Rp1 miliar kepada para korban bencana gempa bumi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Bantuan diserahkan Siti Hediati Hariyadi (Titik) dan diterima Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan Yogyakarta, Jumat (2/6). Sebanyak Rp750 juta dari bantuan dana Rp1 miliar dari keluarga Soeharto melalui Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan 'Siti Hartinah Soeharto' itu, diberikan kepada para korban gempa di wilayah DIY, dan Rp250 juta lagi bagi para korban gempa di Kabupaten Klaten (Jateng). Pada kesempatan itu Titik, mewakili keluarga Soeharto, menyampaikan rasa simpati dan prihatin yang mendalam atas musibah yang dialami
warga DIY dan Jateng tersebut. Ia menyampaikan titipan salam dan doa dari ayahnya, Soeharto untuk masyarakat di wilayah DIY dan Jateng yang sedang tertimpa bencana.
"Kami ikut mendoakan agar Tuhan Yang Maha Esa memberi keteguhan dan ketabahan kepada masyarakat di daerah bencana tersebut dalam menghadapi cobaan," sambungnya.
Dalam kesempatan itu Titik meminta bantuan ini tidak dilihat dari nilai uangnya, karena bantuan itu merupakan wujud dari ketulusan dan kepedulian terhadap para korban beserta keluarganya.
Gubernur DIY Sultan HB X pada kesempatan itu menjelaskan tentang kondisi wilayah bencana di provinsi ini. Selain itu, gubernur juga meminta kepada Titik untuk menyampaikan kepada Soeharto tentang bahwa kondisi di DIY saat ini. Disebutkan oleh Sultan, ada kendala dalam menyalurkan bantuan secara langsung, karena banyak warga korban yang tidak mau meninggalkan rumahnya yang sudah ambruk, dan mereka mendirikan tenda di dekat rumahnya. "Banyak warga yang tidak mau mengungsi ke tempat pengungsian tertentu, sehingga mereka sulit terjangkau penyaluran
bantuan," tambahnya.