PEDULI MAHASISWA NANGGROE ACEH DARUSSALAM
   Musibah yang menimpa saudara kita di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) belum berakhir. Disamping ratusan ribu yang menderita karena rumah dan segala isinya disapu bersih gelombang tsunami yang dahsyat, banyak sekali saudara-saudara kita yang sedang sekolah atau kuliah di berbagai tempat di Jawa, Bali dan daerah lainnya kehilangan orang tua, sanak dan saudaranya.

Musibah yang menimpa saudara kita di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) belum berakhir. Disamping ratusan ribu yang menderita karena rumah dan segala isinya disapu bersih gelombang tsunami yang dahsyat, banyak sekali saudara-saudara kita yang sedang sekolah atau kuliah di berbagai tempat di Jawa, Bali dan daerah lainnya kehilangan orang tua, sanak dan saudaranya. Hubungan mereka putus, dukungan anggaran untuk sekolah terhenti, dan masa depan mereka menjadi tidak terjamin. Beberapa sekolah dan perguruan tinggi mengambil langkah yang menyejukkan dengan membantu para siswa dan mahasiswa tersebut dengan berbagai kemudahan.

Salah satu langkah yang diambil oleh beberapa Yayasan yang dipimpin oleh Bapak HM Soeharto cukup strategis. Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan segera mengirimkan bantuan berupa uang tunai dan bantuan lain sebesar Rp 3.500.000.000,- ke NAD dan Sumatra Utara. Untuk NAD dikirimkan bantuan uang tunai sebesar Rp 2 milyar melalui saluran pemerintah dan untuk Sumatra Utara dikimkan bantuan sebanyak Rp 1 milyar. Sisanya dikirimkan berupa bantuan kebutuhan sehari-hari, obat-obatan dan lainnya untuk kedua daerah dengan nilai sebesar Rp. 500.000.000,- .

Mengingat musibah yang demikian dahsyatnya, belakangan Pimpinan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan memutuskan untuk menambah bantuan itu sebesar Rp 2.000.000.000,-, sehingga jumlah bantuan seluruhnya sebesar Rp. 5.500.000.000,-, untuk Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara atau Nias. Seluruh bantuan tersebut disalurkan oleh Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan melalui saluran-saluran yang dikoordinasikan oleh pemerintah.

Bantuan lain disiapkan oleh Yayasan Damandiri untuk mahasiswa yang berasal dari NAD. Segera setelah terjadi musibah di NAD, Yayasan Damandiri mengirim surat kepada para Rektor dari berbagai perguruan tinggi yang selama ini menjadi mitra kerja Yayasan, yaitu yang umumnya berada di kawasan timur Indonesia. Segera setelah mendapat surat tersebut berbagai perguruan tinggi mengambil reaksi yang sangat cepat. Seperti contoh, Universitas Brawijaya di Malang, yang mempunyai mahasiswa berasal dari NAD yang orang tuanya mendapat musibah, sekitar 60 65 mahasiswa, segera mengambil keputusan untuk membebaskan biaya SPP bagi seluruh mahasiswa tersebut. Universitas Brawijaya juga mengumpulkan para simpatisan untuk membantu biaya hidup para mahasiswa yang bersangkutan. Usaha Universtias Brawijaya berhasil memberikan bantuan untuk selama enam bulan, atas permintaan Rektor, Yayasan Damandiri diajak membantu para mahasiswa berupa dana untuk pondokan selama enam bulan. Dengan bantuan itu diharapkan semua mahasiswa NAD yang sedang kuliah di Universtias Brawijaya, terutama selama masa transisi ini, dapat melanjutkan kuliahnya dengan tenang, segera menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke daerahnya untuk membangun kembali Nanggroe Aceh Darussalam.

Disamping Universitas Brawijaya di Malang, ada pula beberapa perguruan tinggi lainnya di Malang yang mempunyai mahasiswa dengan nasib serupa. Dengan kerjasama para Rektor, utamanya Pembantu Rektor III, Yayasan Damandiri menyediakan bantuan untuk membayar uang SPP selama satu tahun. Dengan bantuan itu setiap mahasiswa dari NAD di Malang dengan tenang dapat melanjutkan kuliahnya tanpa gangguan.

Di Yogyakarta, Yayasan Damandiri mengadakan kerjasama dengan Universitas Gajah Mada, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Achmad Dahlan. Mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari NAD, yang orang tuanya, atau penyandang dana mereka selama kuliah, mendapat musibah, Yayasan Damandiri menyediakan bantuan untuk membayar uang SPP selama satu tahun. Bantuan uang SPP itu menghilangkan hambatan akademis karena setiap mahasiswa bisa mengambil ujian dan mengikuti kuliah tanpa hambatan. Perguruan Tinggi yang bersangkutan mengusahakan donor lainnya untuk membantu pondokan selama masa transisi yang berat sekarang ini.

Di Solo, Yayasan Damandiri juga mengadakan kerjasama dengan Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta mencari dan menyantuni mahasiswa yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kepada mahasiswa-mahasiswa tersebut disediakan bantuan untuk membayar dana SPP agar setiap mahasiswa dapat melanjutkan kuliahnya untuk menyelesaikan tanggung jawab akademisnya.

Telah juga dicapai kesepakatan antara Yayasan Damandiri dengan Universitas Airlangga di Surabaya. Dalam kesepakatan ini, disamping bantuan SPP untuk mahasiswa dari NAD, dijajagi kemungkinan mengirim dosen sebagai tenaga pengajar sementara ke Universitas Syah Kuala di Banda Aceh. Tenaga dosen itu akan mengajar selama Unsyiah membenahi dirinya dan menyiapkan dosen baru untuk kuliah-kuliah reguler.

Kalau dicapai kesepakatan, Universitas Airlangga akan mengajak berbagai perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur khususnya, atau di daerah lainnya, memberikan bantuan dosen yang bersifat sementara sebagai tenaga pengajar, utamanya pada saat Unsyiah menyiapkan dosen tetap yang bisa melanjutkan tugasnya pada Universitas kebanggaan masyarakat itu.

Sedang dijajagi juga kemungkinan menarik mahasiswa yang sedang menyiapkan tesis atau disertasinya untuk melanjutkan penelitian dan penulisan karya ilmiahnya pada perguruan tinggi yang menjadi mitra Yayasan Damandiri di Jawa dan Bali. Dalam program ini para mahasiwa sedang dipertimbangkan untuk mendapat bantuan biaya pemondokan yang memadai dan bantuan pendampingan dari setiap perguruan tinggi yang ikut serta dalam upaya pertolongan menyiapkan tenaga intelektual untuk masa depan NAD khususnya, dan untuk bangsa Indonesia pada umumnya.

Upaya-upaya diatas merupakan sedikit sumbangan investasi untuk masa depan pembangunan kembali NAD, pembangunan sumber daya manusia, yang dengan semangat persatuan dan kesatuan, bisa membantu mengantar masa depan yang sejahtera. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Pengamat Masalah Sosial Kemasyarakatan)-Maret-Pengantar-NAD-7Maret2005

 
  Berita Sebelumnya  
  :: YAYASAN GOTONG ROYONG DANA SEHAT UJUT JPS MANDIRI  
Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | yamp | Indra

Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Dana Gotong Royong Kemanusiaan: redaksi@gotongroyong.or.id
Copyright © 2003 gotongroyong.or.id
design by Visionnet